Web Analytics Made Easy -
StatCounter
Arti Kata "Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan" menurut Kamus Peribahasa - Rebanas

Arti Kata "Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan" Menurut Kamus Peribahasa

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan menurut Kamus Peribahasa. Selain Arti, mungkin juga disertakan contoh kalimat yang memakai kata Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan.

definisi Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan

Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan: Orang besar yang bersuka-ria, orang kecil yang gembira berlebihan. (lotong = kera hitam)

Lebih lanjut mengenai Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan
Contoh kalimat untuk "Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan"

Berbagai contoh kalimat untuk kata atau frase "Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan" tersedia di halaman contoh kalimat. Silakan kunjungi halaman khusus contoh kalimat menggunakan kata Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan untuk melihat berbagai penerapan riil di kehidupan nyata.

Lebih lanjut mengenai Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan

Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan terdiri dari 8 kata. Kata tersebut mempunyai 10 kata terkait yakni sebagai berikut:

Karena emas memas, karena padi menjadi Orang kaya bisa mewujudkan apa saja maksud hatinya. (memas = cermat, bagus)
Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan Orang besar yang bersuka-ria, orang kecil yang gembira berlebihan. (lotong = kera hitam)
Karena mata buta, karena hati mati Orang yang menuruti hawa nafsunya dan akhirnya binasa.
Karena sabut tebal, tempurungnya pun menjadi kebal Orang yang banyak memiliki kerabat dan sahabat pasti selamatlah hidupnya.
Terlalu panggan jadi hangus Terlalu menyanjung/membanggakan diri dan akhirnya jatuh juga.
Terlalu tinggi jatuh, terlalu panjang patah Orang yang terlalu meninggikan/menyanjung dirinya pada akhirnya akan jatuh juga.
Yang berhutang terjerat di kaki, yang menjamin terjerat di leher Orang yang menjamin orang yang berhutang sering kali kali terpaksa membayar hutang tersebut karena yang dijamin tidak dapat membayarnya ataupun melarikan diri.
Yang berpayung yang ditembak Orang yang berkuasalah yang dijadikan sebagai tempat untuk meminta pertolongan.
Yang berpuru selalu hendak menggaruk Orang yang melakukan kesalahan, suatu saat pasti akan terbongkar juga kesalahannya itu.
Yang bingung makanan yang cerdik, yang tidur makanan yang jaga Orang bodoh hanya akan menjadi mangsa penipuan dari orang cerdik.
Simpan Informasi Agar Tidak Hilang

Jika informasi mengenai "Karena lotong terlalu makan, tupai dijulai timpa perasaan" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik, Koreksi dan Saran
Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.
Index Kamus Peribahasa
Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.