Web Analytics Made Easy -
StatCounter
Arti Kata "Ayam berinduk, sirih berjunjung" menurut Kamus Peribahasa - Rebanas

Arti Kata "Ayam berinduk, sirih berjunjung" Menurut Kamus Peribahasa

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Ayam berinduk, sirih berjunjung menurut Kamus Peribahasa. Selain Arti, mungkin juga disertakan contoh kalimat yang memakai kata Ayam berinduk, sirih berjunjung.

definisi Ayam berinduk, sirih berjunjung

Ayam berinduk, sirih berjunjung: Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.

Lebih lanjut mengenai Ayam berinduk, sirih berjunjung
Contoh kalimat untuk "Ayam berinduk, sirih berjunjung"

Berbagai contoh kalimat untuk kata atau frase "Ayam berinduk, sirih berjunjung" tersedia di halaman contoh kalimat. Silakan kunjungi halaman khusus contoh kalimat menggunakan kata Ayam berinduk, sirih berjunjung untuk melihat berbagai penerapan riil di kehidupan nyata.

Lebih lanjut mengenai Ayam berinduk, sirih berjunjung

Ayam berinduk, sirih berjunjung terdiri dari 4 kata. Kata tersebut mempunyai 10 kata terkait yakni sebagai berikut:

Ayam berinduk, sirih berjunjung Segala sesuatu yang bersifat lemah harus mendapatkan bantuan dan perlindungan.
Ayam berkokok hari siang Mendapatkan sesuatu yang telah lama diidam-idamkan.
Sirih naik junjungannya naik Mendapatkan keuntungan dari berbagai arah.
Yang bungkuk juga dimakan sarung Yang bersalahlah yang akan menanggung dosanya/menerima hukumannya.
Yang buntal kutil-mengutil, yang jerung luluh-meluluh Yang miskin hidup melarat, sedangkan yang kaya boros berbelanja.
Yang dijolok tiada jatuh, penjolok tinggal di atas Yang dikehendaki tidak tercapai, sedangkan alat/syarat yang digunakan untuk mencapai maksudnya itu pun hilang.
Yang dimakan rasa, yang dilihat rupa, yang didengar bunyi Segala pekerjaan itu hendaklah dikerjakan sebaik mungkin.
Yang hampa biar terbang, yang bernas biar tinggal Yang tidak berguna biarlah hilang/terlupakan, sedangkan yang baik biarlah tinggal/dimanfaatkan dengan baik.
Yang hidup sesarkan mati Segala suatu itu ada batas waktunya dan ada pula penggantinya.
Yang mencencang memampas Yang berbuat salah harus menerima hukuman yang setimpal.
Simpan Informasi Agar Tidak Hilang

Jika informasi mengenai "Ayam berinduk, sirih berjunjung" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik, Koreksi dan Saran
Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.
Index Kamus Peribahasa
Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.