Web Analytics Made Easy -
StatCounter
Arti Kata "Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat" menurut Kamus Peribahasa - Rebanas

Arti Kata "Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat" Menurut Kamus Peribahasa

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat menurut Kamus Peribahasa. Selain Arti, mungkin juga disertakan contoh kalimat yang memakai kata Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat.

definisi Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat

Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat: Orang yang merantau haruslah patuh terhadap adat kebiasaan di tempat itu.

Lebih lanjut mengenai Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat
Contoh kalimat untuk "Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat"

Berbagai contoh kalimat untuk kata atau frase "Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat" tersedia di halaman contoh kalimat. Silakan kunjungi halaman khusus contoh kalimat menggunakan kata Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat untuk melihat berbagai penerapan riil di kehidupan nyata.

Lebih lanjut mengenai Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat

Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat terdiri dari 14 kata. Kata tersebut mempunyai 10 kata terkait yakni sebagai berikut:

Adat lama pusaka usang Adat-istiadat/kebiasaan tak pernah berubah.
Adat lurah timbunan sarap Orang yang memiliki pangkat tinggi biasanya dipenuhi dengan banyak pikiran dan masalah.
Adat pulau limburan pasang Adat hidup ialah saling membantu; yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
Adat rimba raya, siapa berani ditaati Orang yang menyelesaikan masalah hanya menggunakan kekuatannya, bukan akalnya.
adat teluk timbunan kapal Orang yang memiliki pangkat tinggi/berpengaruh biasanya menjadi tempat tumpuan orang lain untuk mengadu. (kapal = kapar = kayu-kayuan yang hanyut di sungai, danau, dsb)
Adat yang kawi, syarak yang lazim Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)
Adat yang menurun, syarak yang mendaki Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
air beriak tanda tak dalam Banyak bicara tanda orang yang berilmu dangkal.
Air dalam terenang Hidup yang tenang dan tenteram. (terenang = tempat air yang dibuat dari tanah liat)
Air gedang menghanyutkan Orang yang pendiam itu biasanya berpengetahuan tinggi dan dapat melakukan pekerjaan yang besar. (gedang = besar)
Simpan Informasi Agar Tidak Hilang

Jika informasi mengenai "Haruslah air disauk, dan ranting dipatah; lama hidup banyak merasa, jauh berjalan banyak dilihat" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik, Koreksi dan Saran
Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.
Index Kamus Peribahasa
Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.