Web Analytics Made Easy -
StatCounter
Arti Kata "Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang" menurut Kamus Peribahasa - Rebanas

Arti Kata "Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang" Menurut Kamus Peribahasa

Halaman ini menjelaskan Arti Kata Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang menurut Kamus Peribahasa. Selain Arti, mungkin juga disertakan contoh kalimat yang memakai kata Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang.

definisi Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang

Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang: Digunakan/dilakoni untuk sementara waktu saja, sementara belum ada yang lebih baik.

Lebih lanjut mengenai Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang
Contoh kalimat untuk "Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang"

Berbagai contoh kalimat untuk kata atau frase "Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang" tersedia di halaman contoh kalimat. Silakan kunjungi halaman khusus contoh kalimat menggunakan kata Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang untuk melihat berbagai penerapan riil di kehidupan nyata.

Lebih lanjut mengenai Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang

Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang terdiri dari 7 kata. Kata tersebut mempunyai 10 kata terkait yakni sebagai berikut:

Ada air, ada ikan Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada bukit, ada paya Ada baik, ada jahat; ada miskin, ada kaya.
Ada padang, ada belalang Ada negeri tentulah ada rakyatnya.
Ada sirih, hendak makan sepah Ada yang baik, tetapi menghendaki yang buruk.
ada udang di balik batu Ada maksud yang tersembunyi.
Adat lama pusaka usang Adat-istiadat/kebiasaan tak pernah berubah.
Adat muda menanggung rasa Ada saatnya seseorang akan mengerti arti kehidupan setelah melewati berbagai macam peristiwa hidup.
Adat pulau limburan pasang Adat hidup ialah saling membantu; yang kaya membantu yang miskin, yang berilmu membantu yang bodoh, dan yang berkuasa melindungi yang lemah.
Adat yang kawi, syarak yang lazim Adat-istiadat (kebiasaan) merupakan undang-undang yang berlaku dalam pergaulan, dan norma agama merupakan undang-undang yang berjalan seiring dengan adat yang berlaku. (kawi = kuat/sakti)
Adat yang menurun, syarak yang mendaki Adat dapat menuju kerendahan dan tidak sanggup menghadapi pergolakan massa, tetapi syarak selalu menuju ketinggian dan dapat mengatasi segala gerakan yang menentangnya.
Simpan Informasi Agar Tidak Hilang

Jika informasi mengenai "Calak-calak ganti asah, menanti tukang belum datang" ini bermanfaat, sila bagikan ke teman atau simpan di akun media sosial memakai menu berikut.

Pertanyaan, Kritik, Koreksi dan Saran
Jika anda mempunyai pertanyaan, saran, kritik, atau laporan kesalahan penulisan, dll. Baik mengenai halaman ini, atau mengenai kamus ini, silakan memakai formulir di bawah.
Index Kamus Peribahasa
Tentang Kamus Peribahasa

Kamus Kamus Peribahasa ini merupakan online. Jika anda mencari terjemah atau arti kata menurut kamus Kamus Peribahasa, anda bisa mencari disini. Kamus bisa ditelaah menggunakan abjad atau formulir pencarian.